Jumat, 01 Mei 2015

CONTOH PROPOSAL PTK

BAB I
PENDAHULUAN

A.    JUDUL :

MENINGKATKAN KETRAMPILAN SISWA    MENYUSUN  KESIMPULAN PADA KEGIATAN PRAKTIKUM  MATERI BIOTEKNOLOGI   SISWA KELAS IX  A SMP 2 WONOPRINGGO  TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

B.     LATAR BELAKANG
Secara umum pembelajaran IPA terutama Biologi dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang statis, mengandung kebenaran – kebenaran yang mutlak, sehingga jika biologi diajarkan dengan hafalan makan akan diperoleh hal – hal yang bersifat abastrak,maka dari itu dalam  mempelajari IPA terutama materi biologi, di tekankan pada pemberian pengalaman langsung, sehingga  siswa  memperoleh pemahaman  tentang pembelajaran IPA dan  dapat menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menarik bagi siswa.Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa  salah satunya dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga  diharapkan dapat meningkatan hasil belajar siswa,dan juga ketrampilan – ketrampilan proses yang dimiliki oleh siswa. Untuk mengembangkan ketrampilan proses yang dimiliki ,siswa perlu dibantu untuk membuat penemuan- penemuan dalam proses ilmiah, misalnya ketrampilan mengamati, menafsirkan, menggunakan peralatan mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis , membuat percobaan , dan  juga menyusun kesimpulan . Menyusun kesimpulan pengamatan merupakan sebuah ketrampilan proses yang harus dimiliki oleh siswa karena pada pembelajaran IPA terutama biologi tidak lepas dari kegiatan pembelajaran secara langsung atau pun pengamatan langsung. Dengan pengamatan langsung dapat membimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya, hal ini tentunya  akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep – konsep yang diajarkan.
Salah satu indikator rendahnya mutu pendidikan siswa karena kurangnya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran. Siswa cenderung hanya menghafal, kurang memahami esensi makna materi, bahkan kurang mengetahui aplikasi tentang materi pembelajaran di dunia nyata,  Dalam pembelajaran  IPA terutama Biologi kebanyakan  siswa kurang memahami pelajaran biologi  karena cenderung menghafal sehingga siswa merasa bosan, tidak menyenangkan dan cenderung pasif selama mengikuti proses pembelajaran. Selain itu sebagaian besar proses pembelajaran masih dilaksanakan di dalam kelas dan jarang memanfaatkan lingkungan sekitar . Kurangnya pemanfaatan media lingkungan sekitar ,  akibatnya hasil belajar yang diperolehpun rendah belum sesuai harapan.Rendahnya hasil belajar siswa terutama di sekolah SMP 2 Wonopringgo di tandai dengan rendahnya keaktifan siswa terhadap pelajaran IPA dan  kurangnya ketrampilan proses  yang dimiliki siswa. Pengembangan ketrampilan proses  akan melatih siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep.
Pada pembelajaran IPA terutama Biologi menunjukkan banyak siswa yang kurang memiliki ketrampilan proses. Ketrampilan proses  siswa berupaya untuk menemukan dan mengembangakan konsep dalam materi yang berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya , salah satu ketrampilan proses yang harus dimilki siswa adalah ketampilan dalam menyusun kesimpulan   pada saat praktikum, jika ketrampilan proses menyusun kesimpulan  kurang  ,hal ini tentunya akan mengurangi proses pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.Kurangnya proses pemahaman siswa terhadap materi pembelajarantentunya akan mempengaruhi hasil belajar yang dicapai terutama nilai praktikujm IPA. Dengan rendahnya nilai praktikum IPA  maka  akan mengakibatkan rendahnya pula hasil belajar siswa , data yang diperoleh bahwa siswa SMP 2 Wonopringgo yang tuntas hanya   45 %  dari nilai ketuntasan minimal 69.
Permalahan yang teridentifikasi  dalam pembelajaran IPA di SMP 2 Wonopringgo yaitu kurangnya ketrampilan proses yang dimiliki siswa dalam menyusun kesimpulan pada saat praktikum. Ketrampilan proses  menyusun  kesimpulan pada saat praktikum merupakan suatu ketrampilan  yang harus dikuasai siswa karena akan melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep, serta dapat memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran IPA dan merangsang anak untuk belajar dan berpikir kritis. Dengan terbiasanya siswa untuk belajar dan berpikir kritis maka siswa dapat memiliki ketrampilan menyusun sebuah kesimpulan selama kegiatan praktikum. Ketrampilan menyusun kesimpulan pada saat praktikum dapat di gunakan sebagai indikator keberhasilan pemahaman siswa dalam materi pembelajaran IPA.Untuk dapat meningkatkan Pemahaman materi pembelajaran IPA siswa perlu menguasai ketrampilan menyusun kesimpulan dalam kegiatan praktikum. Sehingga  kegiatan praktikum dalam pembelajaran IPA dapat mengurangi masalah pemahaman siswa pada pelajaran IPA dan siswa mendapatkan pengalaman langsung terhadap materi yang dipelajari, siswa tidak hanya berpikir abstrak, namun siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, seperti mengikuti suatu proses,
13
mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan atau proses sesuatu.

Kurangnya ketrampilan siswa dalam menyusun kesimpulan pada saat paraktikum disebabkan oleh rendahnya kemampuan siswa dalam penggunaan bahasa  dan kurangnya pelaksanaan kegiatan praktikum di sekolah- sekolah  ,  Oleh karena itu dalam pembelajaran IPA pelaksanaan Praktikum  dapat digunakan sebagai jalan keluar untuk melatih  siswa dalam  meningkatkan Ketrampilan. Dengan meningkatnya ketrampilan proses misalnya  menyusun kesimpulan pada saat kegiatan praktikum yang dimiliki oleh siswa  maka pembelajaran-pembelajaran IPA yang bersifat abstrak dapat menjadi lebih kongkrit dan siswa dapat menemukan pengalaman langsung sehingga siswa akan lebih berperan aktif dalam pembelajaran sehingga tumbuh keinginan untuk lebih berkembang dan berpikir kritis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar