BAB
I
PENDAHULUAN
A.
JUDUL
:
MENINGKATKAN KETRAMPILAN SISWA MENYUSUN KESIMPULAN PADA KEGIATAN PRAKTIKUM MATERI BIOTEKNOLOGI SISWA KELAS IX A
SMP 2 WONOPRINGGO TAHUN PELAJARAN 2014 /
2015
B.
LATAR
BELAKANG
Secara
umum pembelajaran IPA terutama Biologi dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang
statis, mengandung kebenaran – kebenaran yang mutlak, sehingga jika biologi
diajarkan dengan hafalan makan akan diperoleh hal – hal yang bersifat
abastrak,maka dari itu dalam mempelajari
IPA terutama materi biologi, di tekankan pada pemberian pengalaman langsung,
sehingga siswa memperoleh pemahaman tentang pembelajaran IPA dan dapat menciptakan kondisi yang menyenangkan
dan menarik bagi siswa.Untuk menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa salah satunya dengan memilih strategi atau
cara dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga diharapkan dapat meningkatan hasil belajar siswa,dan juga ketrampilan – ketrampilan proses yang dimiliki
oleh siswa. Untuk mengembangkan ketrampilan proses yang dimiliki ,siswa perlu
dibantu untuk membuat penemuan- penemuan dalam proses ilmiah, misalnya
ketrampilan mengamati, menafsirkan, menggunakan peralatan
mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis , membuat percobaan , dan juga menyusun kesimpulan . Menyusun
kesimpulan pengamatan merupakan sebuah ketrampilan proses yang harus dimiliki
oleh siswa karena pada pembelajaran IPA terutama biologi tidak lepas dari
kegiatan pembelajaran secara langsung atau pun pengamatan langsung. Dengan
pengamatan langsung dapat membimbing siswa untuk
bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa
berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya, hal ini tentunya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap
konsep – konsep yang diajarkan.
Salah satu indikator rendahnya mutu
pendidikan siswa
karena kurangnya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran. Siswa cenderung
hanya menghafal, kurang
memahami esensi makna materi, bahkan kurang
mengetahui aplikasi tentang materi pembelajaran di dunia nyata, Dalam pembelajaran IPA terutama
Biologi kebanyakan siswa kurang memahami pelajaran biologi karena cenderung menghafal sehingga siswa merasa bosan, tidak menyenangkan dan
cenderung pasif selama mengikuti proses pembelajaran. Selain itu sebagaian
besar proses pembelajaran masih dilaksanakan di dalam kelas dan jarang
memanfaatkan lingkungan sekitar . Kurangnya pemanfaatan media lingkungan
sekitar , akibatnya
hasil belajar yang diperolehpun rendah belum sesuai harapan.Rendahnya hasil belajar
siswa terutama di sekolah SMP 2 Wonopringgo di tandai dengan rendahnya keaktifan siswa terhadap pelajaran
IPA dan kurangnya
ketrampilan proses yang dimiliki siswa. Pengembangan ketrampilan proses akan melatih siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri
fakta dan konsep.
Pada pembelajaran IPA terutama
Biologi menunjukkan banyak siswa yang kurang memiliki ketrampilan proses. Ketrampilan
proses siswa berupaya untuk menemukan dan mengembangakan konsep dalam materi yang
berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya , salah satu
ketrampilan proses yang harus dimilki siswa adalah ketampilan dalam menyusun kesimpulan
pada saat praktikum, jika ketrampilan proses
menyusun kesimpulan kurang ,hal ini tentunya akan mengurangi proses
pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.Kurangnya proses pemahaman
siswa terhadap materi pembelajarantentunya akan mempengaruhi hasil belajar yang
dicapai terutama nilai praktikujm IPA. Dengan rendahnya nilai praktikum IPA maka
akan mengakibatkan rendahnya pula hasil belajar siswa , data yang
diperoleh bahwa siswa SMP 2 Wonopringgo yang tuntas hanya 45 %
dari nilai ketuntasan minimal 69.
Permalahan yang teridentifikasi
dalam pembelajaran IPA di SMP 2 Wonopringgo yaitu kurangnya ketrampilan
proses yang dimiliki siswa dalam menyusun kesimpulan pada saat praktikum.
Ketrampilan proses menyusun kesimpulan pada saat praktikum merupakan suatu
ketrampilan yang harus dikuasai siswa karena
akan melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep,
serta dapat memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran IPA dan merangsang
anak untuk belajar dan berpikir kritis. Dengan terbiasanya siswa untuk belajar
dan berpikir kritis maka siswa dapat memiliki ketrampilan menyusun sebuah
kesimpulan selama kegiatan praktikum. Ketrampilan menyusun kesimpulan pada saat
praktikum dapat di gunakan sebagai indikator keberhasilan pemahaman siswa dalam
materi pembelajaran IPA.Untuk dapat meningkatkan Pemahaman materi pembelajaran
IPA siswa perlu menguasai ketrampilan menyusun kesimpulan dalam kegiatan
praktikum. Sehingga kegiatan praktikum
dalam pembelajaran IPA dapat mengurangi masalah pemahaman siswa pada pelajaran
IPA dan siswa mendapatkan pengalaman langsung terhadap materi yang dipelajari,
siswa tidak hanya berpikir abstrak, namun siswa diberi kesempatan untuk
mengalami sendiri atau melakukan sendiri, seperti mengikuti suatu proses,
|
13
|
Kurangnya ketrampilan siswa dalam menyusun kesimpulan pada saat paraktikum
disebabkan oleh rendahnya kemampuan siswa dalam penggunaan bahasa dan kurangnya pelaksanaan kegiatan praktikum
di sekolah- sekolah , Oleh karena itu dalam pembelajaran IPA
pelaksanaan Praktikum dapat digunakan
sebagai jalan keluar untuk melatih siswa
dalam meningkatkan Ketrampilan. Dengan
meningkatnya ketrampilan proses misalnya menyusun kesimpulan pada saat kegiatan
praktikum yang dimiliki oleh siswa maka
pembelajaran-pembelajaran IPA yang bersifat abstrak dapat menjadi lebih
kongkrit dan siswa dapat menemukan pengalaman langsung sehingga siswa akan
lebih berperan aktif dalam pembelajaran sehingga tumbuh keinginan untuk lebih
berkembang dan berpikir kritis.